![]() |
| Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan di aula lantai 5, Balaikota Depok, Selasa (21/03/2017). (Foto : Bima/Diskominfo) |
Program e-warong yang ditujukan bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat terus dikawal Pemkot Depok. Lewat
e-warong masyarakat dapat membeli kebutuhan logistik seperti beras dan
gula dengan harga murah, sehingga keberadaannya dapat dinikmati seluruh
masyarakat yang membutuhkan.
“E-warong bisa menjadi alternatif sarana
distribusi pangan, agar penyaluran pangan dapat dijangkau secara
merata. Pemkot Depok juga melakukan Operasi Mendadak (Sidak) pangan
rutin yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Polres Depok, agar
harga pangan tetap terjangkau,” ujar Kepala Bagian Ekonomi, Dwi Rahma
usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan di aula
lantai 5, Balaikota Depok, Selasa (21/03/2017).
Dwi juga mengakui, Pemkot Depok telah
mengajukan kerjasama terkait ketahanan pangan dengan beberapa daerah
seperti Cianjur, Sukabumi dan DKI Jakarta. Namun, hingga saat ini masih
dikaji kembali oleh daerah tersebut.
“Sejak tahun 2015 kami sudah mengajukan
kerjasama antardaerah, seperti daerah Cianjur, Sukabumi dan DKI Jakarta.
Namun, yang di Cianjur kami terkendala kaitannya dengan agenda
pemilihan kepala daerah. Untuk Sukabumi belum bisa mempertemukan bisnis
ke bisnisnya dengan Kota Depok. Begitu pun dengan DKI Jakarta, ternyata
kerjasama harus antara provinsi dengan provinsi. Tahun ini akan kita
coba lagi,” katanya.
Dwi menambahkan, Pemkot Depok juga telah
memiliki kajian untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Depok tahun
2017. Sejumlah rencana itu meliputi, pembangunan pasar induk, resi
gudang untuk bahan pangan serta pembangunan pasar tradisional di wilayah
barat.
“Harapannya adalah pembangunan pasar
tradisional bisa menyebar ke wilayah barat. Karena tahun ini masih fokus
di wilayah Depok Timur dan belum tersebar,” pungkasnya.
Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
Editor: Dunih dan Yulia Shoim
#Sahabatcimanggis
#Kimcimanggis
