![]() |
| Gambar Ilustrasi AI |
Aktivitas sejumlah pelajar SMA yang berkumpul setiap pagi di Taman Curug RW 03, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, menjadi perhatian warga sekitar. Pasalnya, selain digunakan sebagai tempat berkumpul dan bersantai, beberapa pelajar terlihat merokok di area taman yang juga menjadi ruang bermain anak-anak dan masyarakat.
Warga menilai keberadaan para pelajar yang memanfaatkan taman sebagai tempat berkumpul sebenarnya merupakan hal yang positif. Ruang terbuka hijau memang seharusnya menjadi sarana interaksi sosial, olahraga, maupun aktivitas positif lainnya bagi masyarakat.
Namun, kebiasaan merokok di area taman dinilai kurang tepat, terlebih lokasi tersebut setiap pagi ramai dikunjungi anak-anak sekolah dasar dan warga yang berolahraga.
"Kalau sekadar berkumpul dan mengobrol tentu tidak masalah. Justru bagus anak-anak memanfaatkan fasilitas umum. Yang menjadi perhatian adalah ketika mereka merokok di tempat yang banyak anak-anak," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Taman Curug RW 03 diketahui berada tidak jauh dari lingkungan pendidikan. Setiap pagi, siswa dari SDN Curug 2 dan SDN Curug 3 kerap melintas atau bermain di area taman sebelum masuk sekolah. Kondisi tersebut membuat aktivitas merokok para pelajar SMA mudah terlihat oleh anak-anak yang masih berada dalam usia pembentukan karakter.
Menurut sejumlah warga, kebiasaan tersebut dapat memberikan contoh yang kurang baik bagi anak-anak. Mereka khawatir perilaku merokok yang dilakukan secara terbuka di ruang publik akan dianggap sebagai sesuatu yang biasa oleh generasi yang lebih muda.
Selain itu, merokok di kawasan taman juga dinilai berpotensi melanggar ketentuan daerah mengenai kawasan tanpa rokok yang bertujuan melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari paparan asap rokok.
Pengamat pendidikan menilai lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk perilaku anak. Apa yang dilihat setiap hari oleh anak-anak sering kali menjadi bagian dari proses pembelajaran sosial mereka.
"Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat. Karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk remaja dan pelajar, untuk memberikan contoh yang baik di ruang publik," katanya.
Warga berharap pihak terkait, mulai dari pengurus lingkungan, sekolah, hingga orang tua, dapat memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga perilaku di ruang publik. Dengan demikian, taman dapat tetap menjadi tempat berkumpul yang nyaman, sehat, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, masyarakat berharap Taman Curug RW 03 tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui contoh perilaku yang positif dari seluruh penggunanya.
