Tim nasional sepak bola Iran memasuki Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang tidak mudah. Meski berhasil lolos sebagai salah satu wakil kuat Asia, skuad berjuluk Team Melli harus menghadapi berbagai kendala di luar lapangan menjelang turnamen berlangsung di Amerika Utara.
Pelatih kepala Amir Ghalenoei dan kapten tim Mehdi Taremi mengungkapkan bahwa persiapan mereka sempat terganggu oleh persoalan perjalanan, pengurusan visa, serta perubahan lokasi pemusatan latihan. Meski demikian, para pemain tetap berusaha fokus untuk memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Iran.
Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Belgium, Egypt, dan New Zealand. Grup ini dinilai cukup menantang karena Belgia merupakan salah satu kekuatan Eropa, sementara Mesir memiliki banyak pemain berpengalaman di level internasional.
Laga perdana Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru. Pertandingan ini sangat penting karena dapat menjadi penentu langkah mereka menuju babak gugur. Setelah itu, Iran akan menghadapi Belgia dan Mesir dalam dua pertandingan berikutnya di fase grup.
Kehadiran Mehdi Taremi menjadi salah satu harapan terbesar Iran. Striker berpengalaman tersebut diharapkan mampu menjadi motor serangan dan membawa semangat bagi rekan-rekannya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi tim. Namun Iran juga harus berjuang tanpa beberapa pemain yang mengalami kendala kebugaran dan absensi penting menjelang turnamen.
Meski tidak masuk dalam daftar favorit juara, Iran memiliki reputasi sebagai tim yang sulit dikalahkan. Disiplin bertahan, semangat juang tinggi, dan pengalaman tampil di beberapa edisi Piala Dunia menjadi modal utama mereka untuk menciptakan kejutan di turnamen terbesar sepak bola dunia ini.
Bagi para pendukung Team Melli, harapan tetap terbuka. Jika mampu melewati fase grup, Iran berpeluang mencatat sejarah baru dan melangkah lebih jauh dibanding pencapaian mereka pada edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Isu Tinggal di Amerika Jadi Sorotan
Persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 juga diwarnai persoalan terkait tempat tinggal selama turnamen. Pemerintah Amerika Serikat tidak mengizinkan skuad Iran bermarkas penuh di wilayah AS selama kompetisi berlangsung. Akibatnya, Iran memindahkan pusat latihan mereka ke Kota Tijuana, Meksiko, dan hanya masuk ke Amerika Serikat saat hari pertandingan sebelum kembali lagi ke Meksiko. Kebijakan tersebut membuat mobilitas tim menjadi lebih rumit dibanding peserta lain.
Selain masalah akomodasi, sejumlah anggota staf dan ofisial Iran juga dilaporkan mengalami kendala visa menjelang turnamen. Pelatih Amir Ghalenoei dan kapten tim Mehdi Taremi mengakui bahwa situasi politik antara Iran dan Amerika Serikat telah memengaruhi suasana persiapan tim. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa para pemain tetap fokus pada sepak bola dan ingin memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Iran di seluruh dunia.
Kedatangan Iran di Los Angeles untuk laga pembuka melawan Selandia Baru juga mendapat perhatian besar dari komunitas diaspora Iran di Amerika. Sejumlah kelompok berencana menggelar aksi protes di sekitar stadion, sehingga pertandingan Iran tidak hanya menjadi sorotan olahraga, tetapi juga menarik perhatian dunia dari sisi politik dan sosial.
Dengan berbagai tantangan tersebut, perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling menarik untuk diikuti. Jika mampu menjaga fokus di lapangan, Team Melli tetap memiliki peluang untuk memberikan kejutan dan bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya.
